Shalat Tarawih: Ibadah Istimewa di Bulan Ramadan
Shalat Tarawih selalu punya suasana yang berbeda. Begitu bulan Ramadan datang, masjid-masjid mendadak hidup. Suara lantunan ayat suci terdengar lebih panjang, saf-saf penuh, dan hati terasa lebih lembut. Pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa Tarawih begitu spesial?
Yuk, kita bahas tuntas dari A sampai Z.
Pengertian Shalat Tarawih
Arti Kata Tarawih
Secara bahasa, “Tarawih” berasal dari kata raaha yang berarti istirahat. Kenapa disebut begitu? Karena pada praktiknya, shalat ini dilakukan dengan jeda istirahat di antara beberapa rakaat. Jadi, bukan sekadar shalat malam biasa.
Definisi Shalat Tarawih Menurut Ulama
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam-malam bulan Ramadan setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh. Ibadah ini menjadi ciri khas Ramadan yang nggak ada di bulan lain.
Sejarah Shalat Tarawih
Praktik di Zaman Rasulullah SAW
Di masa Rasulullah SAW, Tarawih pernah dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, beliau tidak melakukannya secara terus-menerus karena khawatir umatnya menganggap itu wajib.
Bayangkan betapa sayangnya beliau kepada umatnya. Tidak ingin memberatkan.
Perkembangan di Masa Khalifah Umar bin Khattab
Di masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat Tarawih mulai dilaksanakan secara berjamaah secara rutin di masjid. Beliau melihat umat Islam shalat sendiri-sendiri, lalu mengumpulkannya dalam satu imam agar lebih tertib dan khusyuk.
Sejak saat itulah Tarawih berjamaah menjadi tradisi hingga sekarang.
Hukum Shalat Tarawih
Dalil dari Al-Qur’an dan Hadis
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an, banyak hadis yang menjelaskan keutamaannya. Salah satunya menyebutkan bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan penuh harap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.
Status Sunnah Muakkad
Mayoritas ulama sepakat bahwa Tarawih hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi memang bukan wajib, tapi rugi banget kalau ditinggalkan.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
8 Rakaat atau 20 Rakaat?
Ini pertanyaan klasik yang sering muncul setiap Ramadan. Ada yang melaksanakan 8 rakaat, ada juga yang 20 rakaat.
Perbedaan Pendapat Ulama
Sebagian ulama berpendapat 8 rakaat mengikuti praktik Rasulullah SAW. Sementara yang lain mengikuti praktik di masa Umar bin Khattab yang melaksanakan 20 rakaat.
Mana yang Lebih Utama?
Jawabannya? Keduanya boleh. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi. Mau 8 atau 20, jangan sampai cuma semangat di awal Ramadan saja.
Tata Cara Shalat Tarawih
Niat Shalat Tarawih
Niat dilakukan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Sama seperti shalat sunnah lainnya.
Bacaan dalam Shalat Tarawih
Tidak ada bacaan khusus. Biasanya imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara bertahap hingga khatam selama Ramadan.
Shalat Witir Setelah Tarawih
Biasanya Tarawih ditutup dengan shalat Witir sebanyak 1 atau 3 rakaat sebagai penutup shalat malam.
Keutamaan Shalat Tarawih
Penghapus Dosa
Siapa yang nggak mau dosanya diampuni? Tarawih adalah kesempatan emas yang datang hanya setahun sekali.
Mendekatkan Diri kepada Allah
Tarawih itu seperti charging spiritual. Setelah seharian berpuasa, malamnya kita isi dengan mendekatkan diri pada Allah.
Melatih Kesabaran dan Konsistensi
Shalat panjang? Berdiri lama? Justru di situlah latihan mentalnya. Ramadan itu seperti gym untuk jiwa.
Shalat Tarawih Berjamaah vs Sendiri
Keutamaan Berjamaah di Masjid
Berjamaah pahalanya lebih besar. Suasananya juga lebih hidup. Kadang semangat kita muncul karena melihat orang lain juga semangat.
Bolehkah Tarawih di Rumah?
Tentu boleh. Apalagi jika ada uzur tertentu. Yang penting tetap dikerjakan.
Tips Konsisten Shalat Tarawih Selama Ramadan
Mengatur Waktu dan Energi
Jangan begadang nggak jelas. Kurangi aktivitas yang nggak penting supaya energi cukup untuk Tarawih.
Menjaga Niat dan Motivasi
Ingat tujuan utama: mencari ridha Allah. Bukan sekadar ikut-ikutan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tarawih
Terlalu Cepat dalam Bacaan
Kadang karena ingin cepat selesai, bacaan jadi terburu-buru. Padahal esensinya adalah kekhusyukan.
Tidak Khusyuk
Pikiran melayang ke mana-mana? Itu wajar. Tapi jangan dibiarkan. Tarik kembali fokusmu.
Hikmah Shalat Tarawih dalam Kehidupan Sehari-hari
Tarawih mengajarkan disiplin, konsistensi, dan kesabaran. Nilai-nilai itu bukan cuma untuk masjid, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Kalau kita bisa konsisten 30 malam, masa untuk kebaikan lain nggak bisa?
Kesimpulan
Shalat Tarawih adalah ibadah istimewa yang hadir khusus di bulan Ramadan. Hukumnya sunnah muakkad, penuh keutamaan, dan menjadi momen memperkuat hubungan dengan Allah. Jumlah rakaat boleh berbeda, tapi semangat dan kekhusyukanlah yang paling utama. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini, karena Ramadan belum tentu datang dua kali untuk kita.
FAQ tentang Shalat Tarawih
1. Apakah shalat Tarawih wajib?
Tidak. Hukumnya sunnah muakkad, sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.
2. Bolehkah shalat Tarawih sendiri di rumah?
Boleh. Terutama jika ada alasan tertentu.
3. Mana yang lebih baik, 8 atau 20 rakaat?
Keduanya diperbolehkan. Yang penting adalah kekhusyukan dan konsistensi.
4. Apakah harus khatam Al-Qur’an saat Tarawih?
Tidak wajib, tetapi dianjurkan jika memungkinkan.
5. Apakah wanita boleh shalat Tarawih di masjid?
Boleh, selama menjaga adab dan ketentuan syariat.


0 Komentar